NADEREXPLORE08.ORG – Iman Brotoseno Out! 05 DPR Pertanyakan Nasib TVRI! Perubahan di tubuh lembaga penyiaran publik sering memicu reaksi luas, apalagi ketika menyangkut sosok yang memimpin arah kebijakan. Pergantian kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, tetapi juga menyangkut kepercayaan, arah kerja, dan masa depan institusi. Kondisi inilah yang kini membayangi TVRI setelah keluarnya sosok penting dari pucuk pimpinan.
Dinamika Pemberhentian Iman Brotoseno
Keputusan pemberhentian Iman Brotoseno langsung menyedot perhatian publik. Selama masa jabatannya sebagai Direktur Utama TVRI, ia dikenal membawa pendekatan yang berupaya mengangkat kembali relevansi televisi publik di tengah dominasi platform digital. Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus.
Sejumlah pihak menilai kebijakan yang diambil belum sepenuhnya menjawab kebutuhan zaman. Kritik datang dari berbagai arah, mulai dari internal hingga eksternal. Hal ini kemudian memunculkan tekanan yang semakin besar terhadap kepemimpinannya.
Tidak sedikit yang melihat keputusan pencopotan ini sebagai bentuk akumulasi dari berbagai persoalan yang belum terselesaikan. Sementara itu, sebagian lainnya menganggap langkah tersebut terlalu cepat dan berpotensi mengganggu stabilitas lembaga.
Sorotan DPR RI terhadap Masa Depan TVRI
DPR tidak tinggal diam melihat perubahan mendadak ini. Mereka mempertanyakan arah yang akan diambil TVRI setelah pergantian kepemimpinan. Kekhawatiran utama terletak pada kesinambungan program dan visi jangka panjang.
TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan informasi yang berimbang dan edukatif. Ketika terjadi pergantian mendadak, risiko terganggunya konsistensi menjadi sangat nyata.
Beberapa anggota DPR menilai bahwa proses evaluasi terhadap pimpinan harus dilakukan secara transparan. Tanpa kejelasan, publik bisa kehilangan kepercayaan terhadap institusi tersebut.
Tekanan untuk pembenahan menyeluruh

DPR juga melihat momen ini sebagai peluang untuk melakukan pembenahan yang lebih dalam. Bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana sistem di dalam TVRI berjalan.
Ada dorongan agar tata kelola diperbaiki, termasuk dalam hal pengambilan keputusan dan pengawasan internal. Jika masalah hanya diselesaikan di permukaan, maka pergantian pimpinan tidak akan membawa perubahan berarti.
Publik mulai mempertanyakan Iman Brotoseno konsistensi
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apakah TVRI mampu menjaga konsistensi sebagai media publik? Atau justru akan semakin tertinggal di tengah persaingan media modern?
Kepercayaan publik bukan sesuatu yang bisa dibangun dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, transparansi, dan kualitas konten yang terus terjaga. Ketika terjadi konflik internal atau pergantian mendadak, persepsi publik bisa berubah dengan cepat.
Tantangan di era digital
TVRI tidak hanya bersaing dengan stasiun televisi lain, tetapi juga dengan platform digital yang semakin mendominasi konsumsi informasi. Ini bukan tantangan kecil.
Jika tidak mampu beradaptasi dengan cepat, maka keberadaan TVRI bisa semakin terpinggirkan. Pergantian kepemimpinan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat arah, bukan justru menambah ketidakpastian.
Masalah bukan hanya pada individu
Mengganti satu orang di posisi puncak sering dianggap sebagai solusi cepat. Namun, realitasnya jauh lebih kompleks. Jika sistem di dalamnya tidak sehat, maka siapa pun yang memimpin akan menghadapi masalah yang sama.
Ini yang sering diabaikan. Fokus terlalu besar pada figur, sementara akar masalah tidak disentuh secara serius.
Risiko pengulangan kesalahan
Tanpa evaluasi menyeluruh, TVRI berisiko mengulang pola yang sama. Pergantian pimpinan bisa terjadi lagi di masa depan tanpa perubahan signifikan.
DPR sudah memberi sinyal kuat bahwa mereka tidak ingin melihat siklus ini terus berulang. Tekanan akan terus datang jika tidak ada langkah nyata yang menunjukkan perbaikan.
Kredibilitas lembaga publik
TVRI bukan sekadar media biasa. Ia membawa label sebagai lembaga penyiaran publik yang seharusnya menjadi rujukan informasi yang kredibel.
Ketika terjadi gejolak internal, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi institusi, tetapi juga kepercayaan masyarakat secara luas.
Masa depan peran TVRI Iman Brotoseno
Jika tidak ada arah yang jelas, TVRI bisa kehilangan relevansinya. Ini bukan ancaman kosong. Banyak lembaga penyiaran publik di berbagai negara mengalami nasib serupa ketika gagal beradaptasi.
Indonesia memiliki peluang untuk menjaga TVRI tetap kuat, tetapi itu membutuhkan keputusan yang tepat dan keberanian untuk melakukan perubahan mendasar.
Kesimpulan
Pemberhentian Iman Brotoseno bukan sekadar pergantian jabatan biasa. Ini menjadi titik krusial yang membuka banyak pertanyaan tentang arah TVRI ke depan. DPR telah menunjukkan kekhawatiran yang tidak bisa dianggap remeh, terutama terkait keberlanjutan dan kredibilitas lembaga.
Masalah utama bukan hanya pada siapa yang memimpin, tetapi bagaimana sistem di dalamnya berjalan. Jika pembenahan hanya bersifat permukaan, maka perubahan tidak akan membawa dampak berarti.
TVRI berada di persimpangan penting. Pilihan yang diambil setelah ini akan menentukan apakah lembaga tersebut mampu bangkit atau justru semakin kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.





